lenguhan daun

alam menghempas
daun tubuhku yang masih hijau
membiru kelu
lalu
perlahan melayu perlahan
perlahan menguning perlahan
tanpa kusadari kering melayang

kemudian panas terik mentari yang dulu penyegar
tiap darah yang mengalir dalam urat-urat kehidupan
kini seakan membakar
membakar tiap pori
menguapkan darah jiwa

kini tak lagi kuning..
kini hitam sudah
ku begitu mengkerut marut
sementara sinar matahari tanpa kasihan
terus membakar hingga tiada lagi yang tersisa untuk diceritakan
ya.. aku hilang
sisa ada, cuma kenangan
akan diriku yang pernah bersandar pada ranting bercabang

One Response to “lenguhan daun”

  1. al fatz Says:

    bagus kok…!

Leave a Reply