jejaring kehidupan
Sunday, May 20th, 2007friendster menjadi bukti konkrit akan sesuatu yang disebut jejaring kehidupan. bahasa kerennya web lah. tiap orang punya arti semesta. kalau dipikir2 (yang males mikir tinggal baca aja) kita semua ini berkait2an lho. gw contohnya, punya 200++ temen yang ter’list’ di Fs. tiap temen gw itu punya temen lagi yang jumlahnya macem2. temennya mereka itu masing2 punya temen juga, dan seterusnya dan seterusnya. ada kalanya baru ketahuan di Fs kalau temen kuliah gw, ternyata satu kelas sama temen sma gw waktu mereka smp. contoh lainnya.. temen perempuan gw waktu sma, ternyata sekarang jadi sahabat karib temen smp gw, dan mereka berdua belajar di universitas yang sama.
dunia memang kecil
ini sih kalimat kuno!
kalau dibandingkan sama jempol kaki sampean, dunia ini ukurannya raksasa cui
semua berjalin. semua terikat dalam satu kesatuan JARING LABA-LABA penghubung BESAR dan RUMIT. tanpa sadar, dengan skenario Tuhan kita menjalani hidup ditengah2 manusia yang mau tidak mau secara langsung ataupun tidak langsung punya arti dan hubungan dengan kita peribadi. maka itu tiap manusia, diseluruh dunia, mesti diperlakukan dengan respek dan hormat. siapa tau karna dialah, secara tidak langsung kita sekarang bisa ada dalam keadaan seperti ini. siapa tahu, walaupun tidak kenal, dia punya kontribusi atas kebaikan dalam hidup kita melalui tindakannya. TV yang kita tonton tiap hari dibuat oleh orang yang bahkan nama dan mukanya gak kita kenali. tapi pengaruh terhadap hidup kita sangat besar. bisa juga mungkin sesederhana doa dia untuk kebaikan manusia yang dikabulkan Tuhan
makanya kalau ada seseorang membunuh sebuah ‘kehidupan’ dia gak hanya membunuh seseorang, tapi menghancurkan jejaring yang tertata rapi penghubung semesta. di Al-Quran disebutkan, ’siapa yang memelihara sebuah jiwa, dia bagaikan memelihara seluruh kehidupan’. siapa tahu, dengan tindakan sesimpel memberi sedikit untuk dimakan fakir miskin atau anak yatim dihari ini, kita sudah menyelamatkan masa depan kemanusiaan. who knows
be kind to others, wahai diriku…