menjadi tua

October 9th, 2007 by aulia-ali

tadi sore abis reunian anak2 alumni SMUN 47 di situ gintung. well, i haven’t seen some of the fellows for almost three(3) years. it’s kinda strange what TIME can do with you. im talking about phisical as well as mental appeareance here. they change a lot if i may say. beberapa nambah berat badan dan beberapa ‘ilang’ berat badan. emosi gw sdikit tergelitik. yah.. menjadi TUA. dalam memori terakhir gw temen2 sma dulu yah masih pada muda2, guratan wajahnya sdikit ‘cupu’ dan gerak-geriknya beda dari yang sekarang gw liat. artinya menjadi dewasa alias nambah tua.

saat2 ketemu orang yang lama gak kita liat menimbulkan emosi tersendiri dan menyemburkan air dingin penyadaran bahwa waktu terus berlalu dengan cepat. guru TK gw yang dulu masih muda dan cantik sekarang dah punya cucu dan jelas juga mulai terlihat tua. trus gimana nih? pikir punya pikir, it happens also with me, it happens also with you. dari toddler, lanjut ke remaja, lanjut kedewasa, lanjut ke setengah baya, dan berakhirlah usia kita didunia.

cantik sekarang, nanti?

kaya sekarang, nanti?

kuat sekarang, nanti?

scary thought sebenernya. garis kapur lalu mesti kita gesekkan lebih lanjut menuju pemahaman bahwa segala yang ada didunia bersifat sementara. tiada guna sombong dan jumawa. namun demikian waktu yang tersisa mesti dipergunakan sebaik2nya supaya gak ada penyesalan diakhir hidup yang singkat ini. beribadah sepenuh hati tiap hari supaya nanti, saat Tuhan memanggil jiwa2 ‘muthmainnah’ ke hadiratNya, kita dapat mendengar dan bangga menjawab: "ya, itu saya"

ingin mimpi ketemu Nabi

September 15th, 2007 by aulia-ali
Dengan wajah muram seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Sang syaikh dengan wajah dan suara berwibawa bertanya kepadanya,"Apakah gerangan merisaukanmu? " "Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanyal ewat mimpi. Namun, sampai sekarang keinginanku belum juga terkabul," jelas si murid.
"Oo… rupanya itu yang kau inginkan. Tunggu sebentar…" Sang syaikh mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya. "Nih…, bacalah setiap hari seribu kali, insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu."
Dengan wajah berseri pulanglah si murid membawa catatan itu. Namun, setelah beberapa minggu, kembalilah si murid ke rumah syaikhnya memberitahukan bahwa bacaan yang diberikannya tidak menghasilkan apa-apa. Sang syaikh segera memberikan bacaan lain. Namun, beberapa minggu kemudian muridnya kembali dengan lesu memberitahukan bahwa bacaan itu pun masih belum menghasilkan apa-apa.Setelah diam beberapa saat, berkatalah sang syaikh, "Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam." Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Setelah tiba saatnya, pergilah ia ke rumah sang syaikh untuk memenuhi undangannya. Ia merasa heran melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan asin saja. "Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikit pun!" kata sang syeikh kepada muridnya. Karena tergolong murid taat, maka ia habiskan seluruh ikan asin yang ada. Selesai makan ia merasa kehausan karena memang ikan asin membuat orang mudah kehausan. Ia segera meraih segelas air dingin yang ada di hadapannya.
"Letakkan kembali gelas itu!" perintah sang syaikh. "Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!" Dengan penuh rasa heran diturutinya perintah syaikhnya. Malam itu ia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik karena kehausan. Ia membolak-balikkan badannya, hinggaakhirnya tertidur karena kelelahan. Apa yang terjadi? Malam itu ia mimpi,Syeikhnya menyodorkan segelas air dingin. Setelah minum, ia terjaga dari tidurnya. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.
"Apa yang kau impikan?" tanya sang syeikh yang berdiri tak jauh darinya. "Syaikh aku tidak memimpikan Nabiku SAW, aku mimpi minum air." Tersenyumlah sang syaikh mendengar jawaban muridnya. Kemudian dengan bijaksana ia berkata, "Jika cintamu pada Nabi SAW seperti cintamu pada air sejuk itu niscaya kau akan memimpikannya. "
Menangislah si murid. Ia baru sadar bahwa ternyata dalam hatinya belum cukup ada rasa cinta kepada Nabi. Ia masih lebih mencintai dunia daripada Nabi. Ia masih banyak meninggalkan sunahnya. Ia masih belum meneladani akhlaknya. ia masih lebih mencintai air…
saya kutip dari situs:
http://lss.unit. itb.ac.id/ ?q=book/print/ 46

berdamai dengan tuhan

June 30th, 2007 by aulia-ali

setelah sekian lama gak nulis diblog, tiba2 (dengan bunyi kucluk3..) gw berfikir untuk nulis sesuatu yang BERAT, huahahaha.. enggak juga sih, tergantung orang yang baca. bisa jadi berat, bisa jadi ringan..

well.. BERDAMAI dengan tuhan. terinspirasi dari cukup seringnya belakangan ini gw ngeliat orang2 GILA dijalanan jakarta. ada yang perempuan, ibu2, bapak2, sampe kakek2 gila yang duduk selonjoran di jalanan semanggi kemaren. it really makes me wonder.. bikin gw mikir, kenapa mereka bisa jadi seperti itu? kunaon teh?

menurut sumber, sebagian besar penderita gangguan mental disebabkan oleh tekanan psikis yang terlampau berat sehingga menyebabkan keguncangan dalam sistem saraf yang pada gilirannya menyebabkan seseorang dinamai orang stress/gila. klo ibarat karet gelang, saking kerasnya ditarik oleh persoalan, sampe2 terputus itu karet.  akhirnya tindakan2 dan pemikirannya beda sama sekali dengan orang waras. misalnya, telanjang dipinggir jalan tanpa malu2.

contoh2nya banyak. ada yang terganggu mentalnya karna ditinggal mati seseorang, ada yang karna cintanya gak kesampaian (seperti Majnun yang merindukan Laila), kekerasan psikis dan fisik, guncangan mental akibat perkosaan, etc. makin dicari tahu apa penyebab seseorang terganggu mentalnya, akan semakin banyak kita temui macam2 penyebabnya.

(nah lho, terus intinya opo tho aulia!! jangan bertele2, udah males nih bacanya!) well.. iya2. nah, kalo kita menganalisa juga meneliti lebih jauh, lebih jauh, dan lebih jauh lagi (ibaratnya dari kebayoran lama kesunterlah) akan kita temui contoh orang yang secara lahiriah MENGALAMI penyebab2 seseorang menjadi GILA, tapi kok dia gak GILA? aneh? iya.. aneh. seperti biasa, orang Indonesia gak bisa liat barang aneh dikit langsung nanya: Rahasianya apa Bos *_^ ?

itu dia konsep yang terhubung dengan judul gw diatas. BERDAMAI dengan Tuhan. konsep ini berarti kita menerima ketetapan Tuhan yang sudah terjadi. karna pada dasarnya, apapun yang akan menimpa kita sudah ditentukan kadarnya Tuhan bahkan sebelum kita lahir (tercatat di lauh ul mahfudz). Dave Pelzer, pria dengan masa kecil sangat kelam menjadi penulis yang bukunya dibaca dan mengilhami orang2 diseluruh dunia.  kemampuan menerima keadaan dengan tulus serta berupaya sekuat tenaga merobahnya tanpa harus menyalahkan Tuhan, keadaan, atau orang lain menyebabkan batin kita makin kuat. artinya kita mengambil kendali atas keadaan kita sekaligus Ridha atas apapun yang telah terjadi.

contoh lainnya saya baca disebuah buku. seorang Ulama bertemu di dengan seorang Ibu2 paruh baya, yang wajahnya kelihatan cerah dan tetap memancarkan pesona kemudaan seakan2 tidak pernah memiliki beban Hidup. kemudian karna penasaran, beliau bertanya. diperoleh jawaban bahwa suami dan anak wanita itu meninggal dihari yang sama beberapa waktu yang lalu belum lama berselang. namun Ia menyadari, itulah Takdir Tuhan yang tidak dapat diganggu gugat. sedih sekali, memang betul. tapi kerelaan atas ketetapan Tuhan Tercinta membuat ia bertahan (gak jadi gila, maksudnya). jadi rahasia sesungguhnya ada dalam pikiran, dan penerimaan. berdamai dengan takdir Tuhan. semoga dengan begitu kita terhindar dari menjadi Gila karna keadaan.

jejaring kehidupan

May 20th, 2007 by aulia-ali

friendster menjadi bukti konkrit akan sesuatu yang disebut jejaring kehidupan. bahasa kerennya web lah. tiap orang punya arti semesta. kalau dipikir2 (yang males mikir tinggal baca aja) kita semua ini berkait2an lho. gw contohnya, punya 200++ temen yang ter’list’ di Fs. tiap temen gw itu punya temen lagi yang jumlahnya macem2. temennya mereka itu masing2 punya temen juga, dan seterusnya dan seterusnya. ada kalanya baru ketahuan di Fs kalau temen kuliah gw, ternyata satu kelas sama temen sma gw waktu mereka smp. contoh lainnya.. temen perempuan gw waktu sma, ternyata sekarang jadi sahabat karib temen smp gw, dan mereka berdua belajar di universitas yang sama.

dunia memang kecil

ini sih kalimat kuno!

kalau dibandingkan sama jempol kaki sampean, dunia ini ukurannya raksasa cui

semua berjalin. semua terikat dalam satu kesatuan JARING  LABA-LABA penghubung BESAR dan RUMIT. tanpa sadar, dengan skenario Tuhan kita menjalani hidup ditengah2 manusia yang mau tidak mau secara langsung ataupun tidak langsung punya arti dan hubungan dengan kita peribadi. maka itu tiap manusia, diseluruh dunia, mesti diperlakukan dengan respek dan hormat. siapa tau karna dialah, secara tidak langsung kita sekarang bisa ada dalam keadaan seperti ini. siapa tahu, walaupun tidak kenal, dia punya kontribusi atas kebaikan dalam hidup kita melalui tindakannya. TV yang kita tonton tiap hari dibuat oleh orang yang bahkan nama dan mukanya gak kita kenali. tapi pengaruh terhadap hidup kita sangat besar. bisa juga mungkin sesederhana doa dia untuk kebaikan manusia yang dikabulkan Tuhan

makanya kalau ada seseorang membunuh sebuah ‘kehidupan’ dia gak hanya membunuh seseorang, tapi menghancurkan jejaring yang tertata rapi penghubung semesta. di Al-Quran disebutkan, ’siapa yang memelihara sebuah jiwa, dia bagaikan memelihara seluruh kehidupan’. siapa tahu, dengan tindakan sesimpel memberi sedikit untuk dimakan fakir miskin atau anak yatim dihari ini, kita sudah menyelamatkan masa depan kemanusiaan. who knows

be kind to others, wahai diriku…

lenguhan daun

May 18th, 2007 by aulia-ali

alam menghempas
daun tubuhku yang masih hijau
membiru kelu
lalu
perlahan melayu perlahan
perlahan menguning perlahan
tanpa kusadari kering melayang

kemudian panas terik mentari yang dulu penyegar
tiap darah yang mengalir dalam urat-urat kehidupan
kini seakan membakar
membakar tiap pori
menguapkan darah jiwa

kini tak lagi kuning..
kini hitam sudah
ku begitu mengkerut marut
sementara sinar matahari tanpa kasihan
terus membakar hingga tiada lagi yang tersisa untuk diceritakan
ya.. aku hilang
sisa ada, cuma kenangan
akan diriku yang pernah bersandar pada ranting bercabang

Yang ringan2 dulu deh

May 13th, 2007 by aulia-ali

udah lama gak posting apa2, jadi mari kita mulai dengan yang ringan2 dulu ya…

Q;    kenapa kambing bau?
A;    Soalnya keteknya ada empat

Q;   kambing apa yang bisa ngomong?
A;    kambing ajaib (males banget gak siih!)

A;    nenek nenek yang loncat malem2?
Q;    nenek kodok

Q;    nenek nenek yang bisa terbang?
A;    nenek nyamuk

segitu dulu deh
kalau kebanyakan entar koleshumor (temennya kolesterol)  buehehheehee

si Entong dan bid’ah

April 27th, 2007 by aulia-ali

sudah lama juga nih gak ngeposting, nteu ada ide. kemarin abis nonton si Entong, baru kepikiran untuk masukin tema sitkom itu di blog. untuk yang belum tau serial Si Entong, ini sinetron komedi anak2 yang ditayangkan TPI sore hari, sekitar jam 6an lah. entong ini masih anak2, tinggal disuatu kampung sama ibunya yang janda. ada juga ustadz yang diperankan adi bing slamet.

naahh.. yang lucu dari episode kemarin itu, ngangkat topik bid’ah. si entong yang menyimak penjelasan ustad tentang bid’ah, yaitu hal2 baru yang dijaman Nabi tidak ada. orang yang mengikuti bidah atau sesuatu yang dibuat2 setelah jaman Nabi itu berarti pengikut Bid’ah dan jatuhnya sesat. karena pemahaman dangkal seorang anak kecil, si entong pulang dari pengajian langsung menyuruh ibunya memakai pakaian arab dengan cadar, menasihati bapak2 yang sedang menonton bola melalui TV dengan kata2: TV ini kan di jaman Nabi belum ada, jadi TV sesuatu yang baru, yang baru itu bidah, jadi kalau tidak mau masuk dalam golongan sesat, jangan nonton TV.

huahahahaha!!

terus begitu dengar adzan dari speaker mushola, dia bilang ke Muadzinnya (yang  adzan), dijaman Nabi speaker gak ada, jadi itu bi’dah juga. karna orang sekampung gak mau dibilang sesat, mereka menurut sama kata2 si Entong. listrik dipadamkan, ibu2 kepasar gak mau pake ojek, karena motor dijaman nabi belum ada.

huehehehehe…

barulah ketika para tukang ojek demo ke pak ustad karna pelanggannya hilang, pak Ustad baru sadar bahwa pemahaman si Entong tentang Bid’ah itu keliru. bid’ah yang dimaksud itu klo membuat2 sesuatu amalan atau ibadah baru. kalau segala sesuatu mesti seperti dijaman Nabi, kemana2 kita naik Unta dong sekarang?! hehehe,,,

akhirnya segala sesuatunya diluruskan dan kembali seperti semula.

serial ini membuat gw berpikir tentang pemahaman diri sendiri mengenai sagala sesuatu. bukan hanya masalah agama, tapi semuanya. terkadang gw terlalu sempit dalam menafsirkan segala sesuatu, sampai2 nyusahin diri sendiri. juga teringat sama orang2 yang salah tangkep mengenai essensi persoalan, hingga menggeneralisir suatu persoalan yang tidak relevan kedalam persoalan lain yang terkadang tidak signifikan. thats right brother!. LHUUUOOOO. kenapa jadi wapres gini..

pokoke intinya, memahami sesuatu jangan dari kulitnya aja, tapi essensinya. gitu lho. segala sesuatu pasti berkembang. persoalan yang kemarin belum ada, bisa jadi hari ini muncul dan mesti dipecahkan melalui pendekatan yang berbeda. jangan sampe karna fanatik berlebihan, kehidupan beragama kita jadi kaku dan stagnan.

ps; untuk tontonan yang ringan tapi berisi, si Entong pantas untuk ditonton ^_^

Tuhan 9 Centi

April 6th, 2007 by aulia-ali

mungkin banyak yang udah pernah baca, tapi baik juga saya masukin supaya mengingatkan bahaya merokok. saya dulu juga merokok, ya.. anggapan waktu itu rokok hukumnya ‘makruh!’. kyai2 dan Ustadz2 ribuan sampe jutaan umat juga ada yang merokok. karna itu rokok seakan hal biasa.. sampai.. saya membaca keterangan2 Ustadz Yusuf Al-Qardhawi di fatwa kontemporer. disana dijelaskan bahwa hukum merokok itu HARAM! beliau adalah ulama yang paling menonjol dalam ijtihad dan pemikirannya di dunia Islam saat ini. Alhamdulillah, selama tahun 2007 ini saya hanya merokok 2 batang. batang pertama.. sudah lupa, waktu itu setelah selesai latihan Jiu Jit Su di kampus. gak tahan, hehe.. batang kedua…

DIDALAM MIMPI! ini serius pembaca, saya sampe mimpi ngerokok! sangking lamanya enggak. hahahaha… tapi Insya Allah, saya bertekad gak merokok lagi. doakan saya.. =)

Oleh : Taufiq Ismail

                 Tuhan sembilan  sentimeter

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

21 sudah

March 29th, 2007 by aulia-ali

21 tahun yang lalu saya dilahirkan, keluar dari rahim bunda tercinta. banyak sudah kejadian yang dialami, mata pun telah melihat ribuan fajar pagi. lalu?

29 maret 2007

jam 3 pagi lewat sedikit, bayu dan rio, saudara saya di liqoat utsman menelpon. rupanya sudah sejak pukul satu tadi mencoba membangunkan saya. namun baru pukul 03.00 tepat, saat alarm jam memang saya setel untuk berbunyi saya terbangun. mereka mengingatkan untuk shalat malam dan merefleksi diri. apa yang sudah dicapai dalam hidup, dan apa yang akan dicapai.  saya bersyukur atas nikmat  persaudaraan dan persahabatan yang mereka tunjukkan. syukran Akhi..

refleksi diri.. berarti berkaca diri.. kenapa mesti pake kata2 berkaca? karna hanya dengan berkaca kita bisa melihat kekurangan dan kelebihan pribadi. itu artinya kita melihat diri kita "diluar" kita, tepat seperti saat bercermin, kita dapat melihat noda dan jerawat diwajah, yang saat tidak bercermin tidak terasa, seakan mulus saja muka ini.

saat kontemplasi yang singkat dan bahkan mungkin kurang khidmat sebagaimana seharusnya saya melihat diri sendiri. apa ini.. apa itu.. mengapa begini.. mengapa begitu.. (boleh sambil nyanyi kalau mau).

banyak, kalau tidak bisa dikatakan hampir semua, kekurangan diri ini. banyak sekali yang mesti dibenahi. namun lebih menggunung lagi hal2 yang mesti disyukuri kepada sang pencipta diri.

tujuan..

tahun lalu, disebuah villa, beberapa kilometer menuju puncak pas. saya bertanya kepada seorang dosen sekaligus pembimbing BMS,

‘Pak Eko, sebenarnya, apa tujuan manusia diciptakan?’

beliau menjawab.. disebutkan dalam Quran, tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali semata2 untuk beribadah kepada Allah..

lalu? sesak.

sering saya, atau mungkin anda juga merasa sesak. menghadapi keadaan2 dalam hidup. persoalan, masalah, musibah, bahkan terkadang kegembiraan terasa menyesakkan. apa yang menyebabkan itu semua? ketemu jawabnya..

saya merasa masih awam sekali akan keikhlasan. penuh dengan busa2 pengetahuan tentang ilmu, namun kurang pengalaman dan pengamalan, menyebabkan qalbu-ku kusam tak tembus cahaya. padahal tanpa busapun, detergen berkualitas mampu menjernihkan warna pakaian.

padahal manusia diciptakan semata2 untuk menyembah Tuhan. selain itu? ya kerja sampingan.

semua yang dilakukan seyogianya bergantung terus pada benang pertanyaan, Ridhakah Tuhanku akan hal yang kukerjakan kini? bernilai Ibadahkah langkah kaki dan ucapan ini? tersenyumkah Tuhan melihatku sekarang, atau malah benci (naudzubillah)?

diumur ini, kiranya aku mohon kepadaMu ya Rabb, limpahkan kasihMu selalu kepada hambaMu yang terkadang berlaku ragu. ampunkan kesalahan yang lalu2, bimbing hamba selalu, terimakasih atas segala nikmat yang tak mungkin kusebut satu-satu (Fabiayyii aalaaa irobbikumaa tukadzibaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? …)

nyanyian senyap

March 26th, 2007 by aulia-ali

                                wiiiuuuussss